kami adalah kumpulan orang-orang asli Loksado yang ingin melestarikan sesuatu yang sangat berharga yang kami miliki...... "ANGGREK".... merupakan kekayaan yang menjadi kebanggaan kami, yang akan kami jaga kelestariannya.
Senin, 18 Maret 2013
Selasa, 05 Maret 2013
abstrak dari pengetahuan, kinerja dan sikap kader konservasi melalui pengembangan modul konservasi anggrek di loksado
ABSTRAK
Oma Era Ma’moon. 2013.
Pengetahuan, Kinerja dan Sikap Kader Konservasi Melalui Pengembangan Modul
Konservasi Anggrek di Loksado
Kalimantan Selatan. Tesis, Program Studi
Magister Pendidikan Biologi, Program Pascasarjana, Universitas Lambung
Mangkurat. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Ir. H. M. Arief Soendjoto, M.Sc dan (2)
Drs. Bunda Halang, M.T.
Mulai
langkanya anggrek alam yang terdapat di Loksado karena penduduk sekitar kurang
mengerti bahwa anggrek merupakan tanaman yang dilindungi oleh pemerintah, dan
karena adanya penjarahan oleh penduduk sekitar untuk dijual tanpa
dibudidayakan. Jika hal ini dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan
anggrek-anggrek alam yang terdapat di Loksado akan mengalami kepunahan, karena
itu perlu keterlibatan penduduk setempat untuk menjaga kelestarian anggrek
loksado melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan kader konservasi. Penelitian
ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan, kinerja, sikap dan penetapan kader
konservasi melalui kegiatan konservasi anggrek. Metode penelitian yang
digunakan adalah deskriptif kuantitatif, penilaian calon kader konservasi berdasarkan skor dan kriteria yang
ditentukan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan
di basecamp Amandit Loksado Lestari
(ALL) di Loksado. Data penelitian dikumpulkan melalui tes pengetahuan, lembar
observasi kinerja, dan kuesioner respon calon kader konservasi. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pengetahuan calon kader konservasi terkategori amat baik sebanyak 35%, (2) kinerja calon kader konservasi
terkategori amat baik sebanyak 45%, (3) sikap calon kader konservasi
terkategori amat baik sebanyak 10%, dan (4) penetapan kader konservasi
ditetapkan 7 orang (35%) dengan rata-rata nilai terkategori amat baik.
Kata
Kunci: kader konservasi, kinerja, anggrek loksado
Senin, 28 Januari 2013
Selasa, 15 Januari 2013
Sabtu, 05 Januari 2013
Jumat, 04 Januari 2013
Rabu, 02 Januari 2013
anggrek ku
A.
Keanekaragaman
Anggrek
Sebagai negara yang
memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia memiliki segudang potensi
alam yang berprospek cerah pada segala bidang. Potensi inilah yang nantinya
dimanfaatkan sebagai kunci alternatif strategi perlindungan dan pelestarian
keanekaragaman hayati Indonesia. Salah satunya yaitu untuk dikembangkan sebagai
obyek penunjang dunia pariwisata nasional. Dunia pariwisata menjadi sangat
penting karena merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia dalam
menunjang pergerakan perekonomian di tingkat bawah baik skala daerah maupun
nasional. Selain mampu memberi income langsung kepada pemda setempat, sektor
pariwisata secara langsung/tak langsung juga memberi imbas pada pergerakan aktivitas
ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kawasan obyek wisata. Salah satu bentuk
program alternatif dalam mengembangkan pola wisata ekologis (ecotourism) adalah
kegiatan perlindungan anggrek alam sebagai organisme yang terancam punah dan
juga habitat tempat hidup anggrek alam.
Tidak semua wilayah dimuka bumi ini
dapat dihuni oleh makhluk hidup. Hal ini berarti, kehidupan flora dan fauna
disuatu wilayah sangat terkait dengan kondisi lingkungannya. Sehingga
menyebabkan persebaran flora dan fauna nya tidak merata disetiap wilayahnya.
Kawasan cagar alam gunung kantawan loksado merupakan lingkungan ekologi hutan
hujan tropis. Ciri khas vegetasi hutan hujan tropis adalah merupakan hutan
belantara dengan jenis tumbuhan sangat bervariasi (heterogen) dantingkat
kerapatan tinggi sehingga sinar matahari sulit sampai ke permukaan tanah.
Potensi flora yang
dimiliki kawasan cagar alam gunung kantawan loksado adalah jenis flora
(tumbuvhan) yang beraneka ragam, yang hanya
terdapat dikawasan ini, dan ini merupakan salah satu magnet yang paling
menarik untuk di amati dan di pelajari. Salah satu flora yang terdapat di
kawasan cagar alam gunung kantawan loksado adalah beraneka jenis anggrek.
Berikut beberapa jenis anggrek yang
terdapat di Loksado:
Gambar 1. Anggrek bulan (Phalaenopsis)
Anggrek
bulan (Phalaenopsis amabilis)
merupakan salah satu bunga nasional Indonesia, Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan
sebagai Puspa Pesona Indonesia mendampingi bunga melati (Jasminum sambac) yang ditetapkan sebagai
puspa bangsa Indonesia dan padma raksasa (Rafflesia
arnoldii) sebagai puspa langka Indonesia.
Anggrek
bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan jenis
anggrek (Orchidaceae) yang mempunyai ciri khas kelopak bunga yang lebar dan
berwarna putih. Meskipun saat ini sudah banyak anggrek bulan hasil persilangan
(anggrek bulan hibrida) yang memiliki corak dan warna beragam jenis.
Anggrek
bulan (Phalaenopsis amabilis) termasuk
dalam tanaman anggrek monopodial yang
menyukai sedikit cahaya matahari sebagai penunjang hidupnya. Daunnya berwarna
hijau dengan bentuk memanjang. Akar anggrek bulan berwarna putih berbentuk
bulat memanjang dan terasa berdaging. Bunga anggrek bulan memiliki sedikit
keharuman dan waktu mekar yang lama serta dapat tumbuh hingga diameter 10 cm
lebih.
Klasifikasi
ilmiah. Kerajaan: Plantae; Ordo: Asparagales; Familia:
Orchidaceae; Subsuku: Epidendroideae; Genus: Phalaenopsis;
Spesies: Phalaenopsis
amabilis
Sinonim: Epidendrum amabile L. (basionym); Cymbidium amabile (L.) Roxb.; Synadena amabilis (L.) Raf.; Phalaenopsis grandiflora Lindl.; Phalaenopsis grandiflora var. aurea
auct.; Phalaenopsis amabilis var. aurea
(auct.) Rolfe; Phalaenopsis gloriosa
Rchb.f.
Langganan:
Komentar (Atom)
